Cermat sungguh bahasa penulis, suka aku baca setiap patah yang mengikat bait seperti satu karangan pendek yang sepi dan pendiam. Nuansa puisinya ralit emosi, metafora atau kiasannya tak keterlaluan, sedap dibaca dan lugas maknanya.
"jika kaulihat aku mengusung sesuatu di bahu
itu sepi. jika kaulihat ada kata-kata mencair di tubuhku
itu sajak ini yang belum ingin kujudulkan"
Kontemporari dan agak klasik juga, barangkali kerana kumpulan puisi ini ditulis sepanjang penulis berada di kampung jadi perasaannya agak mendamaikan. Ada beberapa yang aku sangat suka-- sajak duka Sapardi, kisah di kamar dan tentang dinding, meja dan cermin, beberapa helaian di 'hari-hari tanpa mimpi' juga rangkap-rangkap dalam 'sajakku lari'.
"bantal menyimpan mimpi-mimpi empuk-ngeri, dan doa-doa yang belum sempat dilayangkan"
Kredit juga untuk ilustrasi yang mengiring setiap helai puisi!