Himpunan puisi dibuku ini ada satu duanya sudah pernah dibaca dibuku puisi Jokpin yang lain, malah ada yang sudah diulang baca dari blog Jokpin sendiri. Sesuai dengan tajuk bukunya "Kekasihku", kandungan puisinya bisa mengocak-ngocak perasaan. Walau ada antaranya punya permulaan bait yang sedikit lucu; seperti puisi "Penjamuan Petang" dan "Dua Orang Peronda"- dihujung-hujungnya mampu mengundang sedih dan sepi sehingga aku termenung memikir-mikir makna lembarannya.
Kegemaran aku adalah "Pacar Senja", "Surat", "Teman Lama" dan "Dengan Kata Lain".
"Konon menulis surat bisa membasmi sepi.
Padahal hanya kalau sepi aku bisa dengan tenang
menulis surat agar jangan sampai kata-kataku menyakiti.
Ada pula surat dari masa kecil, datang di malam eksil,
ah pasti ditulis dengan pinsil, kubuka amplopnya
yang warna-warni, isinya: ayo duel kalau berani!
Suratan nasib: tersimpan rapi di laci meja
dan tak akan pernah kubuka."
(Surat, 2003)
Dan puisi "Dengan Kata Lain" amat sesuai sekali dibaca di hadapan guru-guru waktu sambutan Hari Guru di sekolah. Guru-gurumu mungkin akan menangis mendengarnya.